Menghadirkan Nuansa Klasik di Kantor dengan Kursi Kerja Kayu

Posted on

Memilih furniture ruang kerja harus dipertimbangkan dengan baik dan menyesuaikan kebutuhan. Kursi kerja kayu dapat menjadi pilihan untuk menunjang berbagai ruangan di kantor. Kursi berbahan kayu tidak kalah kuat jika disandingkan dengan desain furniture berbahan karbon plastik yang kini banyak digunakan sebab memiliki banyak kelebihan, baik dari segi ketahanan maupun penampilan.

Baca Juga: Kursi Kantor Tanpa Roda Tawarkan Stabilitas yang Lebih Tinggi

Menghadirkan Nuansa Klasik di Kantor dengan Kursi Kerja Kayu
Kursi kerja kayu menampilkan desain klasik dan elegan. Foto: Istimewa

Kursi Kerja Kayu Kelebihan dan Kekurangannya

Kursi kerja bahan kayu menghadirkan nuansa unik dan klasik. Hal ini membuat ruangan kerja menjadi tidak monoton. Kursi kayu dapat dikombinasikan dengan busa pada bagian alas dan sandarannya. Gunakan pula besi untuk bagian penyangga agar semakin kuat menopang berat badan penggunanya. Mereknya juga beragam. Namun kursi kantor yang bagus umumnya bermerek IKEA, Savello, High Point dan Indachi.

Sementara untuk kelebihan dari kursi kayu ialah sebagai berikut.

Kuat dan Ramah Lingkungan

Kayu adalah bahan asli dari alam yang dapat hancur dengan sendirinya sehingga tidak menimbulkan limbah. Jika tidak digunakan lagi, bahan ini dapat dimanfaatkan kembali dengan cara daur ulang. Material kayu memiliki ketahanan tinggi, terutama pada beberapa jenis kayu tertentu, seperti kayu jati, kayu ulin, mahoni, dan beberapa jenis kayu lainnya.

Dari beberapa jenis kayu tersebut, kayu mahoni unggul dari segi kehalusan seratnya. Sebagaimana penjelasan Binus University, kayu mahoni memiliki serat yang jauh lebih halus dari kayu jati. Kayu ini mempunyai pori-pori yang kecil sehingga furniture dari bahan tersebut juga sangat halus.

Hal ini benar adanya karena pernah melakukan pengujian pada kursi mahoni dan jati. Saat menyentuh bagian permukaannya langsung dengan tangan, memang terasa lebih halus kursi mahoni.

Tahan Karat dan Aesthetic

Kayu sangat tahan karat sehingga pengguna tidak perlu khawatir akan terjadinya korosi. Serat dari kayu juga menciptakan kesan aesthetic sehingga meningkatkan performa tampilannya dan ruangan yang ditempati.

Namun beda saat menggunakan kursi kerja dari bahan besi. Tampilannya memang terlihat estetik. Namun jika tak rutin dilapisi coating setidaknya 2 tahun sekali, maka bisa berkarat hingga akhirnya keropos.

Mudah Dibersihkan

Selain itu, dalam hal perawatan, pengguna cukup membersihkan menggunakan kemoceng dan lap jika terdapat debu atau kotoran. Sebagai catatan, sebaiknya jangan menggunakan lap kasar agar tidak menggores permukaannya.

Mudah Dibentuk

Lebih dari itu, kayu merupakan salah satu material yang sangat mudah dibentuk sehingga pengguna dapat mengkreasikan kursi kerjanya sesuai dengan keinginan. Kayu juga dapat dicat berulang kali.

Kekurangan dari Kursi Kayu

Kursi kerja kayu memiliki beberapa kelemahan dan kekurangan, diantaranya yakni:

  • Mudah tergores
  • Warna memudar
  • Lapuk, terutama jika ditempatkan pada ruangan lembap dan jarang dibersihkan
  • Kursi bahan kayu juga mudah patah, terlebih lagi jika menggunakan bahan kayu yang belum matang atau menggunakan kayu campuran
  • Harga kursi kantor kayu biasanya lebih mahal daripada kursi bahan plastik atau karbon. Hal ini sebanding dengan kualitas dan cara memperoleh bahan bakunya.

Perbandingan Kursi Bahan Kayu Solid dengan Kursi Bahan Kayu Campuran (Olahan)

Kursi kerja kayu solid tentu saja lebih kuat dan awet jika dibandingkan dengan kursi kayu olahan. Sebab, serat dan kepadatannya terbentuk secara alami bertahun-tahun di alam. Sedangkan kursi bahan kayu olahan sering kali mudah patah dan terkesan ringan karena kurang padat.

Bersumber dari akun Tiktok Nanaliving mengungkapkan bahwa kursi kerja kayu dapat dibuat sangat mewah dan elegan. Pada bagian alas duduk hingga sandaran, ditambahkan bahan busa dan kulit sintetis premium untuk meningkatkan performa tampilannya. Nah, untuk memudahkan pergerakan, pada bagian kaki kursi diberikan roda agar pengguna dapat berputar atau berpindah tanpa harus beranjak dari kursi. Sementara itu, pada bagian penyangga telah menggunakan besi pegas cukup tebal agar kokoh saat digunakan dan dapat naik turun menyesuaikan postur tubuh atau keperluan pengguna. Ini akhirnya membuat kehadirannya jadi praktis saat digunakan.

Terlepas dari hal itu, kursi kerja juga harus memenuhi standar ergonomis. Menurut Dekoruma, ukuran kursi kerja yang ergonomis sering dilengkapi sandaran punggung selebar 35-44 cm dengan tinggi 50-58 cm. Saat duduk di kursi yang memiliki sandaran, punggung tak terasa pegal meskipun bekerja selama 3 jam sekalipun. Beda saat tidak ada sandarannya, baru 1 jam saja punggung sudah tak nyaman.

Langkah Memilih Kursi Kerja Bahan Kayu

Jika akan menggunakan kursi kerja kayu, perhatikan terlebih dahulu beberapa hal berikut ini.

  • Pertama, adalah pilih furniture dengan bahan kayu solid, agar kuat, awet dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama.
  • Perhatikan apakah terdapat lubang tambal atau tidak. Meskipun sudah ditambal, kekuatan kursi akan tetap tetap rapuh jika terdapat banyak tambalan.
  • Letakkan kursi pada permukaan dan ruangan yang kering atau tidak lembab agar lebih awet sekaligus tidak mudah lapuk. 

Baca Juga: Kursi Kantor Lipat Praktis dan Hemat Ruang

Pada akhirnya, penggunaan kursi kerja kayu menjadi opsi ideal untuk menunjang kenyamanan saat bekerja. Nah, agar mendapatkan kualitas kursi kerja berbahan kayu terbaik, pengguna dapat melakukan custom secara langsung di pengrajin kayu.